Membangun Sulut Dengan Iman, Budaya dan IpTek

Menyusun Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat

Rasional

Dalam Contextual teaching and learning (CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka, bukan menghafalkan fakta. Disamping itu siswa belajar melalui mengalami bukan menghafal, mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikonstruksi oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman.

Pemikiran Tentang Belajar

Proses belajar anak dalam belajar dari mengalami sendiri, mengkonstruksi pengetahuan, kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Transfer belajar; anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan serta ketrampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. Siswa sebagai pembelajar; tugas guru mengatur strategi belajar dan membantu menghubungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru, kemudian memfasilitasi kegiatan belajar. Pentingnya lingkungan belajar; siswa bekerja dan belajar secara di panggung guru mengarahkan dari dekat.

Komponen Pembelajaran CTL

Beberapa komponen pembelajaran CTL adalah

1.Konstruktivisme

Merupakan salah satu komponen Pembelajaran Kontekstual (CTL). Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal
  • Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan
  • Siswa belajar sedikit-demi sedikit dari konteks terbatas.
  • Siswa mengkonstruk sendiri pemahamannya.
  • Pemahaman yang mendalam diperoleh melalui pengalaman belajar bermakna.
 
2.Inquiry

Inquiry merupakan :

o   Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman

o   Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis

o   Siklus yang terdiri dari mengamati, bertanya, menganalisis dan merumuskan teori, baik perorangan maupun kelompok.

o   Diawali dengan pengamatan, lalu berkembang untuk memahami konsep/fenomena.

o   Mengembangkan dan menggunakan keterampilan berpikir kritis.

 
3.Questioning

Ø Kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa

Ø Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry

Bagi Guru

Ø Menuntun siswa berpikir,

Ø Mengecek pemahaman siswa,

Ø Membangkitkan respon siswa.

Bagi Siswa

Ø Menggali informasi,

Ø Menghubungkan dengan pengetahuan yang dimiliki,

Ø Memecahkan masalah yang dihadapi.

 
4.Learning Community

Masyarakat Belajar atau Learning Community:

o   Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar

o   Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri

o   Tukar pengalaman

o   Berbagi ide

o   Berbicara dan berbagi pengalaman dengan orang lain.

o   Ada kerjasama untuk memecahkan masalah.

o   Hasil pembelajaran secara kelompok akan lebih baik daripada belajar sendiri.

o   Ada fasilitator/guru yang memandu proses belajar dalam kelompok.

 
5.Modeling

Modeling atau Permodelan:

o   Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar

o   Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya

o   Membahasakan gagasan yang Anda pikirkan.

o   Mendemonstrasikan bagaimana Anda menginginkan para siswa untuk belajar.

o   Melakukan apa yang Anda inginkan agar siswa melakukan.

o   Guru bukan satu-satunya contoh bagi siswa.

o   Model berupa orang, benda, perilaku, dll.

 
6.Authentic Assesment

Authentic Assessment atau Penilaian sebenarnya:

q Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa

q Penilaian produk (kinerja)

q Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual

q Menilai dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber.

q Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa.

q Mempersyaratkan penerapan pengetahuan dan keterampilan.

q Proses dan produk kedua-duanya dapat diukur.

 
7.Reflection

q  Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari

q  Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok

q  Menelaah dan merespon terhadap kejadian, aktivitas, dan pengalaman.

q  Mencatat apa yang telah kita pelajari, bagaimana kita merasakan ide-ide baru.

 
sumber : http://arisandi.com

Loading

 



Juni 2011 © LSM Pendidikan Silo (NGO) & LSM Pemberdayaan Teknologi dan Perkotaan (NGO)
Penanggung Jawab :