Membangun Sulut Dengan Iman, Budaya dan IpTek

Manifesto Manusia Kawanua

Posted by Bert Toar Polii

 (MAKAWANUA)

 Manusia Kawanua ingin menjalani hidupnya secara sadar untuk suatu tujuan luhur memenuhi kemanusiaan sejatinya dan meraih taraf tertinggi kebahagiaan sebagai insan ciptaan Tuhan.

Demi mencapai tujuan serta makna hidupnya, Manusia Kawanua menyadari mutlaknya pengembangan segenap potensi insaninya yang meliputi pengembangan daya raga dan daya jiwa yang berinti pada daya nalar kreatif. Dalam kesadarannya itu, Manusia Kawanua senantiasa menghayati eksistensi dirinya sebagai bagian integral dari kebersamaan antar Manusia Kawanua, sebagai warga Negara R.I. dan sebagai sesama manusia universal, dalam interaksi Si Timou Tumou Tou.

Sebagai manusia sadar-histori, sadar-eksistensi dan sadar-destinasi, setiap Manusia Kawanua menginsafi kondisi masa kini yang jauh dari keinginan dan harapan pencapaian tujuan hidupnya.

Didasarkan pada keinsafan akan keberadaan Manusia Kawanua di masa lampau, hari ini dan hari depan, maka dengan menyerahkan semua pada Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, bulan ini, tahun ini, Manusia Kawanua menegaskan kembali bahwa:

Manusia Kawanua tergabung dalam wadah Ke-Bhineka Tunggal Ika-an warganegara Indonesia, oleh karena itu eksistensi masyarakat Kawanua terjamin dalam keutuhan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai insan Politik Indonesia, Manusia Kawanua meyakini keberadaannya yang adalah bagian dari bangsa dan Negara Republik Indonesia yang bersama dengan seluruh komponen bangsa, setiap saat akan:

  1. membela tegak-utuhnya Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, berdasarkan UUD ’45 dan Pancasila.
  2. mempertahankan prinsip Ke-Bhineka Tunggal Ika-an sebagai sendi utama Republik Indonesia.

Manusia Kawanua menyadari posisi geografi Bumi Minahasa dalam wilayah provinsi Sulawesi Utara, berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik dengan Kawasan negara-negara Asia Pasifik, yang dikenal sebagai kawasan masa kini. Luas tanah Bumi Minahasa sangat kecil, dibanding dengan luas wilayah laut yang mengelilinginya.

Sebagai manusia universal Manusia Kawanua menyadari akan pentingnya pemeliharaan lingkungan hidup, bukan hanya karena itu sudah menjadi isyu global, tetapi karena itu merupakan suatu hal yang selama ini terabaikan.

Sesuai dengan habitat bangsa Indonesia, yang memiliki wilayah kelautan yang jauh lebih besar dari wilayah daratannya Manusia Kawanua harus sangat peduli dengan lingkungan lautnya. Laut dilihat bukan saja sebagai lingkungan utama wilayah kepulauan Indonesia; tetapi juga sebagai milik bersama manusia secara universal; sudah merupakan isyu global bahwa laut adalah warisan manusia (humankind heritage).

Manusia Kawanua juga meyakini bahwa peningkatan penghayatan terhadap nilai-nilai hukum dan moral serta penegakan hukum yang ada akan mendobrak berbagai hambatan yang menghalangi kemajuan pembangunan Manusia Kawanua sebagai bagian dari pembangunan nasional Republik Indonesia seutuhnya.

Manusia Kawanua berpendapat bahwa masa depan terbaik Manusia Kawanua di abad XXI hendaknya diletakkan di kawasan Asia Pasifik. Oleh karena itu Manusia Kawanua harus bisa beradaptasi dengan tuntutan kepentingan-kepentingan strategik RI agar segera dapat “Ke Pasifik”; dimulai dengan menjadikan Bumi Minahasa sebagai Eastern Gateway Indonesia to the Pacific.

Pendapat ini didasarkan pada pemahaman akan kepentingan geopolitik dan geostrategik pembangunan nasional RI, dan dengan berorientasi pada keberadaan, kesadaran serta segala kenyataan yang berkaitan dengan Manusia Kawanua.

Untuk pencapaian kepentingan itu, Manusia Kawanua, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur Minahasa, mempromosikan upaya pengembangan wawasan ke luar, dalam arti mengerti isyu-isyu global, yang ketat dengan persaingan, khususnya dalam konteks Asia Pasifik.

Menghayati akan keberadaan, kesadaran, pandangan serta niat-niat yang terkandung, ditambah dengan nilai-nilai luhur Baku Beking Pande yang diwarisi setiap Manusia Kawanua, maka Manusia Kawanua memotivasi dirinya sendiri agar menjadi manusia yang senang belajar, berdisiplin tinggi, rajin bekerja, dan tahan banting.

Semoga Tuhan menolong saya, Manusia Kawanua, untuk:

  1. Membentuk diri menjadi sosok manusia professional yang berdaya saing tinggi di arena globalisasi; agar tampil sebagai Manusia Kawanua yang berdaya-guna serta berhasil-guna bagi pembangunan nasional Republik Indonesia di masa kini dan masa-masa yang akan dating.
  2. Memfokuskan diri pada tujuh aspek pembangunan meliputi: Politik dan Keamanan Dalam Negeri, Ekonomi dan Pengembangan Usaha, Pengembangan Falsafah dan Sosial Budaya Masyarakat Kawanua, Peningkatan Mutu SDM, Penghayatan Nilai-nilai Hukum dan Hak Azasi manusia, Kelestarian Lingkungan Hidup serta Hubungan Internasional melalui Pemberdayaan Masyarakat Kawanua di Luar Negeri.

 Jakarta, Juni 2004,

 DEWAN PEMBINA

KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA


Loading

 



Juni 2011 © LSM Pendidikan Silo (NGO) & LSM Pemberdayaan Teknologi dan Perkotaan (NGO)
Penanggung Jawab :