Membangun Sulut Dengan Iman, Budaya dan IpTek
Penelitian Potensi Longsor Lereng di Sulut
 
 
Oleh, Dr. Fabian J. Manoppo
 
Sebagai salah satu wujud nyata implementasi Thridharma perguruan tinggi maka setiap dosen wajib melakukan penelitian, dengan dibantu oleh mahasiswa kami telah melakukan penelitian mengenai potensi longsor beberapa lereng yang ada di Sulawesi Utara. Hampir setiap tahun di Sulawesi Utara mengalami bencana tanah longsor (Land Slide) yang telah merengut korban manusia dan harta benda yang tidak sedikit. Bentuk penelitian dilakukan dilaboratorium dengan mengambil sampel/contoh tanah pada beberapa lereng yang ada di Sulawesi Utara dan dimodelkan dilaboratorium Fakultas Teknik Sipil Unsrat Manado seperti gambar dibawah ini,
 
 
 
Lereng Sebelum Longsor
 
Contoh tanah diambil dari lereng yang ada di Bitung dan di Manado kemudian diadakan pemeriksaan sifat-sifat fisik dan mekanik tanah seperti Kadar Air, Berat Isi, Berat Jenis, Analisa Saringan, Aterberg Test, Triaxial Test, Unconfined Compresion Test dll. Selanjutnya pemodelan lereng dengan ukuran 1m x 0.5m x 0.5m dengan kemiringan lereng 60 derajat.  Hujan buatan dengan debit curah hujan sekitar 0.3 mm3/detik di lakukan pada lereng sampai terjadi kelongsoran seperti pada gambar dibawah,
 
 
Lereng Setelah Longsor
 
Dari hasil analisa dilaboratorium sifat-sifat fisik dan mekanik tanah kemudian dihitung secara manual dan program komputer SLIDE-6 memberikan hasil bahwa hanya dalam waktu 30 menit telah terjadi kelongsoran baik model lereng di Laboratorium dan perhitungan secara manual dan dengan bantuan Program Komputer SLIDE-6. Dengan demikian bahwa potensi longsor lereng di Sulut sangat tinggi oleh karena itu pemerintah dan masyarakat harus memahami dan diperlukan langka-langkah antisipasi kedepan agar korban tanah longsor dapat dimitigasi. Adapun langkah langkah yang dapat diambil yaitu dengan mengadakan proteksi teknik pada lereng-lereng yang ada di Sulut terutama didaerah hunian atau jalan rayadengan membuat Struktur Penahan Tanah, Pelandaian Lereng, Penanaman Tanaman Pelindung Lereng, Soil Reinforcement dll. Sementara pemberian pemahaman kepada masyarakat terutama yang tinggal didaerah lereng dan berpotensi longsor sangat perlu dan jika dianggap perlu diadakan relokasi dan yang paling penting tentunya juga adalah regulasi hukum agar kedepan tidak lagi diijinkan adanya daerah hunian dilereng tanpa mengikuti persyaratan Teknik yang ketat pada saat pengurusan IMB. Dalam penelitian ini juga telah diuji coba penggunaan alat deteksi dini Longsor seperti pada gambar dibawah namun belum memberikan hasil yang otpimal karena contoh pemodelan lereng terlalu kecil untuk alat ini dapat bekerja dengan baik sehingga perlu sedikit modifikasi alat.
 
 
 
Sebagai tahap pengembangan dari penelitian ini maka dilakukan analisa lebih detail tentang aliran air hujan kedalam tanah dengan bantuan software HYDRUS 2D/3D dan hasilnya dapat dilihat selama hujan 30 menit aliran airnya serta perubahan Kadar Air tanah dapat dilihat pada Video dan gambar berikut ini :
 
 

 
 
 
Loading

 



Juni 2011 © LSM Pendidikan Silo (NGO) & LSM Pemberdayaan Teknologi dan Perkotaan (NGO)
Penanggung Jawab :