Membangun Sulut Dengan Iman, Budaya dan IpTek
Nama:

Email/Nama Tips :

Tips Apa Saja :


NamaEmail/PengirimTanggalTips Obat,Kesehatan dan Ketrampilan
RedaksiBUDI DAYA JAMUR MERANG PADA LIMBAH PADA 2011-08-10BUDI DAYA JAMUR MERANG PADA LIMBAH PADA INDSTRI PULP DAN KERTAS

Deskripsi
Jamur merang bernilai gizi tinggi dan bernilai ekonomi

Bahan
limbah padat ind pulp dan kertas bekatul, urea, TSP biakan murni

Alat
Alat pasteurisasi dan kompor pemanas Bedeng jamur Bedeng kompos

Cara Pembuatan
Tahap pekerjaan

- Pembuatan kompos limbah padat ind pulp dan kertas, pengomposan adalah penguraian zat organik komplek menjadi zat organik. Pada proses pengomposan dilakukan penambahan bahan nutrisi (bekatul, urea, TSP) dan pengaturan PH. Tahap ini merupakan tahap penyusunan tumpukan limbah padat, penambahan nutrisi, pembongkosaran dan pembalikan tumpukan. Pembongkaran dan pembalikan tumpukan dilakukan beberapa kali sampai kualitas kompos memenuhi syarat pertumbuhan jamur, lebih kurang 9 hari waktu pengomposan

- Pasteurisasi ialah pemanasan kompos dan ruangan rumah jamur dengan uap panas sampai temperatur 70 derajat C selama waktu 5-7jam. Suhu kompos dipertahankan 70 derajat C selama 2-3 jam.

- Pembuatan bibit, meliputi pembuatan biakan murni, pembuatan bahan stater I, pembuatan bahan stater II, pembuatan bahan spawning Pembuatan biakan murni dilakukan pada media agar nutrisi yang mengandung bekatul dan gula didalam tabung reaksi. Dari satu tabung biakan murni tsb dapat dibiakkan dalam beberapa media bahan stater I (kira2 10 botol), dari stater I dapat dibiakan dalam beberapa media bahan stater II (kira2 50 botol), maka bibit siap dikembangkan kebahan spawning pada media limbah padat yang telah dipasteurisasi dan tambah bekatul.

-Penanaman jamur, pada kompos yang telah dipasteurisasi dalam bedeng jamur (shed) dan suhu telah turun sampai 35-40 derajat C dilakukan penaburan bibit jamur (spawning). Penaburan bibit dilakukan dengan memasukkan bibit ke dalam lapisan kompos dan sisanya disebar diatas permukaan kompos, dengan tinggi lk 25-30 cm.

- Pemeliharaan, berupa : mengatur suhu dan kelembaban udara dalam shed. Suhu dipertahankan pada 35-40 derajat C dan kelembaban pada 80-90%. Ventilasi udara diatur sebaik-baiknya agar kelembaban kompos dapat terjada. Membuang jamur-jamur liar teruma jenis coprinus. Tutup plastik bedeng harus serapat mungkin, jangan sampai terjadi kebocoran. Lama pertumbuhan jamur antara 14-16 hari.

- Panen, dilakukan sebelum tubuh buahnya mekar. Lama pemetikan jamur dalam masa panen berkisar 14-16 hari.

http://www.iptek.net.id/ind/pd_limbah/index.php?mnu=2&ch=limbah&id=30&hal=1
RedaksiFERMENTASI JERAMI UNTUK PAKAN TERNAK2011-08-10FERMENTASI JERAMI UNTUK PAKAN TERNAK

Deskripsi
Jerami padi merupakan limbah tanaman pertanian yang sangat potensial sebagai pakan hijauan terutama di daerah kering seperti Kabupaten Gunung Kidul. Pada penghujan, jerami padi diberikan dalam jumlah sedikit. sedangkan pada musim kemarau pada umumnya peternak memberikan jerami padi sebagai hijauan tunggal. Jerami padi mengandung sedikit protein, lemak dan pati serta serat kasar yang relatif tinggi karena lignin dan silikanya tinggi. Untuk meningkatkan kecernaan jerami padi dan jumlah konsumsinya, jerami padi perlu diberi perlakuan secara biologis dengan menggunakan probiotik. Probiotik merupakan produk bioteknologi yang mengandung polimikroorganisme, lignolitik, proteolitik, amilolitik, sellulolitik, lipolitik dan nitrogen non simbiotik yang dapal memfermentasi jerami sehingga dapat meningkatkan kualitas dan nilai kecernaannya.

Bahan
Jerami padi 1 ton tetes tebu Probiotik 6 kg Urea 6 kg

Alat
Pengaduk, Cangkul

Cara Pembuatan
Tumpuk jerami dengan ketebalan sekitar 30 cm dan taburkan campuran serbuk probiotik dan urea secara merata pada tumpukan jerami tersebut.
Siramkan air diatas tumpukan jerami secara merata untuk mempertahankan kadar air jerami sebesar 60 %.
Pada saat penyemprotan / penyiraman dapat pula ditambahkan molases/tetes tcbu ke dalam air sebagai bahan makanan mikroba dalam probiotik.
Ulangi proses 1 sampai dengan 3 hingga beberapa lapisan.
Biarkan tumpukan jerami selama 21 hari pada tempat yang teduh (terhindar dari sinar matahari dan air hujan).
Setelah 21 hari bongkar tumpukan dan jemur dengan simar matahari sehingga kadar air diperkirakan mencapai 15 %.
Setelah kering dapat ditumpuk kembali dan simpan ditempat yang teduh.
Jerami siap untuk diberikan pada ternak.
RedaksiDENDENG JANTUNG PISANG2011-08-10DENDENG JANTUNG PISANG

Deskripsi
Jantung pisang sudah biasa digunakan sebagai sayur. Tidak semua jenis jantung pisang enak dimakan karena beberapa jenis pisang memiliki kandungan tannin yang tinggi. Tingginya kandungan tanin menyebabkan jantung pisang terasa sepat atau pahit. Di antara jantung pisang yang enak dimakan adalah jenis pisang klutuk, pisang kepok, pisang raja bulu, dan pisang raja siam. Yang paling enak adalah jantung pisang dari jenis pisang klutuk. Dalam pembuatan dendeng jantung pisang diperlukan pula bahan campuran untuk meningkatkan cita rasa dan nilai gizi dendeng. Campuran yang digunakan dapat berupa ikan atau daging.

Bahan
a. Jantung pisang siam atau pisang klutuk 85% b. Ikan mujair atau daging 15% Bumbu (% dari berat jantung pisang dan ikan mujair): a. gula merah 12% b. gula putih 12% c. bawang merah 9% d. bawang putih 3% e. asam jawa 0,5% f. ketumbar 3% g. lengkuas parut 4% (diambil airnya saja) h. garam dapur 3%

Alat
- Pisau - Panci - Lumpang - Alat penjemur

Cara Pembuatan
Sekitar 4 lembar kelopak terluar jantung pisang dibuang lalu dicuci bersih.
- Jantung pisang yang sudah bersih diiris tipis-tipis searah seratnya.
- Rebus air sampai mendidih, kemudian rajangan jantung pisang dikukus selama 3/4 jam, lalu ditiriskan.
- Setelah itu, jantung pisang ditumbuk hingga halus.
- Ikan mujair disiangi dan diambil dagingnya, selanjutnya dihaluskan dan dicampur dengan jantung pisang.
- Bumbu-bumbu dihaluskan, lalu dimasukkan ke dalam adonan jantung pisang dan ikan mujair.
- Adonan dicetak di atas alas plastik membentuk lembaran dengan ketebalan 3mm - 5mm.
- Hasil cetakan dijemur hingga kering.
http://www.iptek.net.id/ind/pd_limbah/index.php?mnu=2&ch=limbah&id=11&hal=1
RedaksiCUKA KULIT PISANG2011-08-10CUKA KULIT PISANG

Deskripsi
Salah satu bentuh olahan limbah buah pisang yaitu pembuatan cuka dari kulit pisang.

Bahan
Kulit Pisang Gula Amonium sulfit Ragi Induk Cuka

Alat
Alat perebusan Penyaring Botol

Cara Pembuatan :
Kulit pisang dibersihkan dan dipotong-potong.
Tambahkan air dan lakukan perebusan lalu saring.
Air rebusan kulit pisang ini ditambah gula dan amonium sulfit.
Setelah didinginkan tambah ragi dan lakukan fermentasi.
Lakukan penyaringan kedua sehingga dihasilkan larutan beralkohol.
Larutan ini ditambah induk cuka dan didihkan sebentar dan selanjutnya dikemas dalam botol steril.
Cuka kulit pisang telah jadi.
.
RedaksiANGGUR METE2011-08-10ANGGUR METE

Deskripsi
Buah mete adalah buah semu rasanya asam agak manis, berair dan aroma buahnya mirip stroberi. Buah mete kurang disukai karena biasanya rasanya agak sepat dan biasanya dari jambu mete ini hanya bijinya (buah sejati) yang digunakan. Salah satu cara untuk olahan buah mete ini adalah Anggur mete.

Bahan
Ammonium fosfat; Asam sitrat; Larutan metabisulfit; Vitamin B Sari tauge Larutan garam; Putih telur; Ragi (kamir Sacharomyces cereviceae); Gula pasir dll,

Alat
Alat pemusing/blender; Kain blacu/flanel; Tong kayu/ wadah tahan karat

Cara Pembuatan :
Dipilih buah mete yang telah matang optimal dan kondisinya baik, dan segar;
Buah mete dicuci dengan air hangat atau larutan metabisulfit (untuk mengurangi kotoran dan mengurangi pencemaran jasad renik);
Buah mete direbus dalam larutan garam dapur lalu dicuci dengan air hangat (untuk menghilangkan sisa garam);
Buah mete dilumatkan dengan pemusing/blender sampai menjadi bubur lalu diperas dan sari buah yang keluar ditampung dalam wadah anti karat;
Sari buah dipasteurisasi dengan cara dipanaskan pada suhu 60 - 70 C (pasteurisasi ini bertujuan untuk membunuh jasad renik);
Keasaman sari buah dibuat pada pH 4. Untuk itu, ke dalam sari buah ditambahkan ammonium fosfat, vitamin B, dan asam sitrat.
Sari buah difermentasi dengan menambahkam khamir S. cereviceae, gula dan sari touge.
Hasil fermentasi berupa anggur setengah jadi. Anggur ini kemudian disaring dengan saringan halus atau flannel bersih beberapa kali sampai didapatkan anggur yang jernih. Endapan hasil penyaringan dibuang;
Pemanenan anggur dilakukan setelah 8 - 9 bulan dalam tong kayu atau wadah tahan karat;
Setelah pemanenan, dilakukan penjernihan kembali dengan menambahkan putih telur sebanyak 1,2 ml per liter anggur. Endapan anggur dapat digumpalkan dengan pemanasan pada suhu 70 C;
Anggur didinginkan dengan cepat, agar aromanya tajam. Selanjutnya anggur disaring kembali dan dimasukkan dalam botol yang telah direbus (supaya hygiene).

http://www.iptek.net.id/ind/pd_limbah/index.php?mnu=2&ch=limbah&id=182&hal=1
<< Prev 1 2 3 4 Next >>


Loading

 



Juni 2011 © LSM Pendidikan Silo (NGO) & LSM Pemberdayaan Teknologi dan Perkotaan (NGO)
Penanggung Jawab :