Membangun Sulut Dengan Iman, Budaya dan IpTek

Silahkan di tulis mohon jangan ada unsur SARA


Nama:


Judul/Pengirim:


Renungan & Motivasi Hidup:




NamaJudul/Pengirim TanggalRenungan dan Motivasi Hidup
RedaksiCurahan Hati ‎[Renungan] Baca ini Sebelum Menyesal2012-05-08Curahan Hati
‎[Renungan] Baca ini Sebelum Menyesal

Doni , Jakarta

Kala itu ada seorang pemuda yang sebentar lagi akan diwisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, dan semua itu akhir dari jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan.

Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu- satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin sekali kalau nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu.

Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya, bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya.

Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya. Sang ayah pun tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga dengan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan, tapi sayangnya bukan sebuah kunci !

Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Kitab Suci yang bersampulkan kulit asli, dikulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas. Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, "Yaahh.. Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan alkitab ini untukku ? "Lalu dia membanting Kitab Suci itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses, dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dan dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas. Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu dengan anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu. Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.

Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ.

Dia merasa sangat menyesal telah bersikap buruk terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang dirumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Kitab Suci itu, masih terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu. Dengan airmata berlinang, dia memungut Kitab Suci itu, dan mulai membuka halamannya. Di halaman pertama Kitab Suci itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya, "Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan Tuhan Maha Kaya dari segala apa yang ada di dunia ini."

Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Kitab Suci itu. Dia memungutnya, ternyata sebuah kunci mobil ! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan ! Dia membuka halaman terakhir Alkitab itu, dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu.

Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok ke dalam. bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, dan foto itu adalah foto ayahnya yang sedang tersenyum bangga.

Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin bisa diobati.

Cerita di atas terinspirasi dari note seorang teman di Facebook

Coba kita lihat bagaimana cerita tersebut dalam kehidupan kita sekarang. Sebagai contoh melihat anak kampung zaman sekarang, setelah mendapatkan kesuksesan di kota mereka lebih memilih nyaman tinggal bersama istrinya di kota,dan meninggalkan orangtuanya di kampung halaman seorang diri, tanpa pernah mau memikirkan bagaimanakah keadaanya, bagaimanakah kabarnya, apakah dia bisa makan atau tidak.

Tanyakanlah kepada mereka orangtua yang sedang merindukan kabar dari anak-anaknya tercinta,meski hanya berapa bait kata,itu sudah cukup membuat mereka lega.

Lupakah jika kebahagiaan hari ini adalah akumulasi dari doanya yang terus mengalir untuk anak-anaknnya.

Kalau saja kita mau lebih membuka mata, maka kenyataan seperti itulah yang banyak terjadi di negeri kita, Indonesia. Orangtua memang bahagia melihat anaknya berhasil, namun dibalik itu semua, orangtua harus memeras otak, membanting tulang demi keberlangsungan pendidikan anak-anaknya. Tegakah anak melihat betapa menderitanya orangtua untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini? Coba balik pertanyaan itu. Tegakah orangtua melihat anaknya stress menjadi pengangguran? Akhirnya, demi masa depan anak apapun akan dilakukan, bagaimana kita sebagai anak? Silahkan direnungkan dalam hati...

Pesan Moral:

Seberapa mahal dan berharganya kita pernah kehilangan sebuah barang, namun tak semenyesal jika kita kehilangan orang-orang yang kita cintai (sebelum kita meminta maaf padanya)...

Seburuk dan sekecewanya kita pada orang tua, bagaimanapun mereka adalah orang tua kita, orang yang sudah membesarkan kita hingga tumbuh menjadi anak yang membanggakan bagi mereka, jadi hargailah sedikit perjuangan mereka dan berikan yang terbaik untuk mereka, karena jika suatu saat nanti bila mereka sudah pergi, kau pasti akan merindukannya.
— dengan Adira Putri Septian N.
RedaksiFreddy Harry Sualang MERAYAKAN KEBEBASAN2012-05-08Freddy Harry Sualang
MERAYAKAN KEBEBASAN

Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Roma 8:2

... Setelah diculik dan ditawan selama tiga belas hari lalu kemudian dibebaskan , seorang juru kamere berita dari Selandia Baru Olaf Wiig dengan senyum lebar diwajahnya mengatakan , disepanjang hidup saya , baru kali ini saya merasa lebih hidup ".
Untuk beberapa alasan yang sulit dimengerti , pengalaman dibebaskan terasa jauh lebih menyenangkan dari pada berada dalam kebebasan . Bagi mereka yang menikmati kebebasan setiap hari , sukacita yang dirasakan Olaf bisa menjadi pengingatyang baik tentang begitu mudahnya kita lupa bahwa kita telah diberkati . Hal itu juga berlaku dalam hidup rohani . Mereka yang telah lama menjadi orang Kristen sering melupakan bagaimana rasanya menjadi hamba dosa. Kita dapat menjadi puas diri dan bahkan tidak lagi mengucap syukur . Namun Allah memberikan sebuah pengingat melalui seorang petobat barunyang kesaksiannya begitu menggugah tentang apa yang telah Allah perbuat dalam hidupnya. Kesaksian itu mengingatkan kita kembali akan sukacita yang kita peroleh ketika kita " dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut "( Roma 8:2 ).
Jika kebebasan telah membuat Anda bosan , atau jika Anda cendrung memusatkan perhatian kepada apa yang Anda tidakmdapat lakukan pertimbangkanlah hal ini : bukan saja Anda tidak lagi diperbudak dosa Anda juga telah dibebaskan untuk menjadi kudus dan menikmati hidup kekal bersama Yesus Kristus !( Roma 6:22).
Rayakanlah kebebasan Anda dindalam Kristus dengan meluangkan waktu untuk mengucap syukur kepada Allah atas hal hal yang Anda dapat lakukan secara bebas sebagai hamba Nya.

Daging penuh dosa tempat kita tinggal
Membuat hidup dalam kebenaran
Menjadi hal yang tidak mungkin dilakukan tanpa Tuhan
Yang telah mati untuk membebaskan kita .
( Sper )

HIDUP BAGI KRISTUS MEMBAWA KEBEBASAN SEJATI !
redaksiCurahan Hati Agnes Stamp, Wanita 26 Tahun yang Bangkit Lagi Setelah Kanke2012-05-07Curahan Hati
Agnes Stamp, Wanita 26 Tahun yang Bangkit Lagi Setelah Kanker


Tahun lalu, Agnes Stamp mengira dirinya tidak akan mampu bergerak sama sekali. Bulan Juni ini, setelah berhasil melawan kanker, dia akan berkuda sejauh 200 kilometer menyusuri Mongolia untuk menggalang dana. Ini ceritanya:

Agnes Stamp bekerja di sebuah majalah, menikmati kehidupan sosial yang mewah di London dan menghabiskan setiap waktu luangnya melakukan hal yang paling dicintainya: menunggang kuda.

Dia punya pacar baru dan kehidupannya melaju ke arah yang menurutnya tepat. Tapi kemudian datang serangkaian peristiwa yang mengubah hidupnya selamanya.

Pada musim gugur 2010, Agnes dan sahabatnya merencanakan safari berkuda di Afrika Selatan. Saat di klinik untuk vaksinasi liburan, dia memberitahu dokter tentang benjolan di lehernya. Agnes bilang Saya tidak merasa cemas, hanya lelah. Dokter bilang biarkan saja dulu, siapa tahu hilang sendiri.

"Tapi sampai tahun baru, benjolan itu masih ada dan semakin besar. Jika saya menoleh, tonjolan itu akan terlihat. Saya menamakannya bola golf.

"Akhirnya saya dirujuk ke spesialis THT, dan pada 19 Mei 2011 saya menjalani perawatan. Mereka mengatakan ada lebih dari satu benjolan. Leher saya penuh benjolan."

Keesokan paginya, setelah keluar malam dengan pacarnya, Jack (bukan nama sebenarnya), Agnes bangun dengan perasaan cemas. Dia menjelaskan: "Saya punya firasat buruk tentang hasil pemeriksaan, jadi saya memintanya untuk ikut dengan saya ke rumah sakit. Dia mengatakan 'Jangan konyol, kita hanya pusing sedikit. Mereka bilang itu tidak apa-apa."

Saat mengagetkan
"Di rumah sakit, saya diberitahu bahwa konsultan ingin bertemu saya. Pada titik ini, saya mulai berkeringat sedikit. Dia menyuruhku duduk dengan sangat tenang dan berkata: "Ini kanker tiroid. Dan itu telah menyebar dari tiroid Anda ke kelenjar getah bening di leher Anda.

"Saya bahkan tidak tahu bahwa orang bisa terkena kanker di sana. Saya pikir saya tak terkalahkan, kata Agnes.

"Saya berusaha untuk fokus tapi saya hampir tidak bisa berkata-kata. Saya berteriak tertahan, dan kemudian saya hanya menangis. Saya merasa malu menangis di depan sebuah ruangan yang penuh orang asing, dan tidak ingin mengganggu orang.

"Para dokter itu bergegas di sekitar saya, mengatur pertemuan dan tanggal operasi.

Memberitahu kerabat
"Harus memberitahu orang dan menangani reaksi mereka adalah hal paling sulit. Saya bilang pada diri sendiri, 'Semuanya baik-baik, Saya mencoba baik-baik saja.'

"Pacar saya tidak bisa percaya. Dia hanya duduk di sana, sementara saya menangis di bahunya. Sebagai pelaut, dia akan kembali ke Afghanistan, dia memiliki ketakutan sendiri.

"Empat pekan berikutnya semuanya mengambang. Saya perlu mengatur hidup saya karena ketika saya keluar dari ruang operasi saya tahu saya tidak akan cukup kuat untuk melakukan apapun.

"Hari ketika pacar saya pergi ke Afghanistan, saya histeris. Dia pernah bercerita tentang kejadian di sana dan temannya yang meninggal. Saya pindah dari flatku menuju rumah orangtuanya. Ibunya sangat membantu. Ada banyak hal yang tidak bisa saya lakukan tanpa dia.

Ketika semuanya berubah
"Saya tidak takut dibius, tapi saya takut tidak bisa bangun lagi. Meninggal di meja operasi. Bagaimana jika mereka menemukan sesuatu yang lebih buruk?

"Ketika saya pergi ke bioskop, saya telah membuat sebuah kotak berisi barang untuk dikirim ke pacar saya: surat, beberapa permen dan beberapa foto. Saya ingat perhatian utama saya adalah memastikan itu sampai ke dia.

"Saya mengucapkan selamat tinggal kepada ayah saya dan dibawa ke ruang operasi. Dokter bius bilang saya sangat tenang, tapi kemudian ia meletakkan bantalan elektroda jantung di dada saya dan berkata, 'Eh, mungkin tidak!'

Hari itu kelenjar tiroid saya diangkat. Dokter juga mengangkat kelenjar getah bening yang terinfeksi, termasuk benjolan bola golf saya.

"Ketika saya datang saya merasa begitu sakit, tapi saya bahkan tidak bisa mengangkat kepala saya dari tempat tidur untuk muntah. Saya benar-benar putus asa tidak bisa pergi ke toilet. Suster menyuruh saya menggunakan pispot. Setelah sadar dari bius, saya bilang: Saya mungkin baru saja menjalani operasi, tapi saya tidak akan mengompol!

"Saya sempat didorong keluar bangsal dan orang pertama yang saya lihat adalah ayah saya. Saya menangis. Saya pikir saya tidak akan pernah melihatnya lagi.

"Saya belum tahu leher saya terlihat seperti apa, tapi saya lihat dia terkejut. Saat sahabat saya datang, saya melihat diri sendiri di cermin.

Komplikasi
"Saya segera menyadari bahwa saya kesulitan menggerakkan lengan kanan. Ada kerusakan saraf yang cukup parah. Jujur saya pikir saya tidak mungkin bisa bergerak lagi.

"Seorang fisioterapis memberi saya beberapa latihan gerakan, jadi meskipun saya merasa sangat sakit saya memaksa diri untuk melakukannya. Tidak seorang pun pernah mengatakan kepada saya hal ini bisa terjadi.

"Kemudian saya mulai mendapatkan sensasi kesemutan di tangan dan kaki. Tapi saya tidak yakin apakah ini normal dan merupakan efek obat.

"Kesemutan semakin menjadi-jadi. Mulai naik pada kedua lengan dan kaki. Saya menunduk menatap tangan saya, dan jari-jari saya kram dan mengepal, dan semua persendian saya terkunci.

"Saya tidak bisa melakukan apapun. Para dokter terburu-buru mendatangi saya. Saya ingat menatap tubuh saya dan berpikir, pertama, bagaimana saya akan naik kuda lagi, dan kedua, siapa yang akan mencintai saya jika saya berada dalam kondisi ini?

"Mereka berhasil mengoperasi saya, dan memberi saya kalsium ke pembuluh darah. Itu adalah masalah paratiroid saya kelenjar di sekitar tiroid, yang mengontrol kalsium dalam tubuh Anda dan karena trauma pada daerah itu, kelenjar tersebut tampaknya telah rusak parah.

"Saya menulis surat kepada pacar saya setiap hari saat saya di rumah sakit. Saya berpikir bahwa ketika ia kembali semuanya akan baik-baik saja."

Pengobatan
Untuk menghancurkan jaringan tiroid berpotensi kanker yang tidak terangkat saat operasi, Agnes harus menjalani terapi yodium radioaktif. Perawatan yang harus terus dijalaninya hingga kanker benar-benar hilang.

Dia mengatakan: "Saya dibawa ke sebuah ruangan dan dokter datang dengan pil yodium radioaktif. Aku harus mengambilnya dengan alat khusus dan kemudian menelannya.

"Setelah itu saya harus berada lebih dari satu meter jauhnya dari orang lain. Tapi ini adalah saat di mana saya benar-benar ingin berpelukan, dan seseorang untuk memberitahu saya baik-baik saja."

"Ketika pacar saya kembali, radiasi telah berkurang sehingga saya aman dekat dengan orang lain lagi. Tapi dia hampir tidak bisa tidur di ranjang yang sama seperti saya. Dia begitu dingin. Tidak ada simpati. Itu adalah pukulan bagi saya.

"Yang saya inginkan adalah agar dia memeluk saya, tapi dia tak peduli. Saya tahu bahwa hubungan itu sudah berakhir. Saya merasa seperti ditikam dari belakang pada titik saat saya merasa rapuh secara emosional dan fisik.

"Saya masih menunggu pernyataan maaf darinya, namun saya merasa itu tidak akan pernah terjadi.

Keadaannya sekarang
"Berkat fisio dan Teknik Alexander, tubuh saya terasa hampir normal.

"Saya masih berpikir, 'Mengapa? Mengapa ini terjadi padaku?' Saya tidak mengerti. Kadang-kadang saya melihat ke cermin dan merasa menjijikkan. Ketika saya menoleh bekas luka itu terasa begitu ketat sehingga saya merasa punya jerat di leher.

"Dokter bedah melakukan penyembuhan dengan baik, tetapi sebagai seorang gadis, ini sangat sulit. Saya pikir orang-orang yang mungkin pernah menyukai saya mungkin kini merasa kasihan.

"Saya mendapat dukungan luar biasa dari teman-teman, tapi kadang-kadang saya merasa begitu sendirian dan khawatir menjadi beban.

"Kanker mengubah segalanya, cara saya memandang dunia, cara saya melihat diri sendiri. Mungkin dalam beberapa hal, penyakit ini memberikan efek yang baik. Saya menjalani hidup terus-menerus terdorong untuk mencapai sesuatu. Kemudian saya mulai bertanya-tanya apa tujuan akhir dari semua ini? Sekarang adalah waktunya melakukan sesuatu.

"Saya tidak ingin mati dengan perasaan menyesal belum pernah melakukan rencana saya. Saya memiliki gairah baru untuk hidup. Saya tidak akan membuang-buang waktu yang tersisa.

Perjalanan
"Saya memilih pergi berkuda menggalang dana untuk badan amal Help for Heroes karena dalam beberapa tahun terakhir saya sudah menjadi pembalap dukungan sipil untuk Kavaleri Rumah Tangga, sehingga pada tingkat tersebut saya merasa terikat. Saya juga punya beberapa teman baik di militer.

"Saya tidak akan pernah melupakan saat saya pikir saya akan kehilangan fungsi penuh dari tubuh saya. Itu membuat saya berpikir tentang prajurit pria dan wanita yang tidak kembali dengan tubuh utuh setelah terluka melayani negara kita."

"Melakukan perjalanan ini adalah cara saya keluar sisi lain, Saya mencoba untuk diberdayakan oleh pengalaman kanker saya. Ini memberi saya tujuan fisik untuk terus maju dan menggalang dana untuk orang yang kurang beruntung dibandingkan saya."
redaksiKISAH NYATA : Sepucuk Surat Dari Janda Korban Letusan Merap/curahan hati FB2012-05-07KISAH NYATA : Sepucuk Surat Dari Janda Korban Letusan Merapi

Mahasiswa yang tubuhnya penuh debu itu akhirnya menemukan tempat ibunya di barak pengungsi di kaki Merapi. Tapi ibunya sejak pagi tadi sudah dibawa relawan ke rumah sakit lantaran sesak napas akibat menghisap terlalu banyak debu vulkanik.
Dua adik perempuannya ikut serta menemani ibu. Matanya yang cemas melihat secarik kertas menyembul dari tas tua milik ibunya. Dengan tangan gemetar ia ambil dan membuka lipatannya. Tulisan ibu.. ia mengenali tulisan indah ibunya..

Anakku.. kita sudah tak punya apa-apa lagi, nak. Semua sapi kita mati. Sawah kita yang hijau telah hangus berubah kelabu, hanya menyisakan timbunan debu. Ibu sudah tak dapat mengirim uang lagi untuk biaya kuliahmu. Seandainya bapakmu masih ada ya Allah semoga almarhum telah damai di sisi-Mu.. Anakku.. yang ibu punya sekarang hanya doa. Doa yang selalu ada untuk putra-putri ibu. Katanya pemerintah akan mengganti ternak yang mati. Tapi ibu sudah tak berharap Sultan akan memenuhi janji. Ibu sudah berhenti berharap pada manusia. Ibu hanya ingin berharap pada Allah yang tak mungkin mengingkari janji-Nya. Berharap pada manusia sering membuat kita kecewa. Harta benda kita memang sudah musnah. Tapi kita punya Tuhan. Kita punya janji-Nya yang pasti terpenuhi. Percayalah nak, Tuhan akan menurunkan kebaikan kepada orang-orang yang berusaha menjadi hamba-Nya yang baik. Kamu putra ibu yang kuat, bantulah sesama dengan tenagamu. Kamu putra ibu yang cerdas, bantulah sesama dengan kepintaranmu. Kalau kelak kamu mendapat anugerah rizki-Nya, ringankan hatimu untuk selalu bersedekah. Sayangi dirimu dengan menyayangi sesama
Anakku, janganlah pernah melupakan Allah, agar Allah tak melupakanmu. Teruslah untuk mengingat Allah, baik di waktu senang maupun susah. Ucapkanlah nama-nama-Nya yang indah dengan hatimu untuk mengusir semua resah dan gelisah. Zikrullah itu nak, akan menenteramkan hatimu.. akan memekarkan setiap kuntum bunga di taman hatimu. Anakku.. Merapi ini gunung kita, kampung kita. Merapi ini tumpah darahmu. Kelak kamu mungkin pergi jauh meninggalkan Merapi.. tapi merapi akan tetap menjadi kampung halamanmu. Udara pertama yang kamu hirup udara Merapi. Air pertama yang kamu minum air Merapi. Makanan pertama yang kamu makan tumbuh di Merapi. Tanah pertama yang kamu injak tanah Merapi. Sahabat pertama yang kamu kenal adalah orang Merapi. Kamu akan selalu merindukannya, sebab separo jiwamu ada di sini.. di merapi ini. Jangan pernah marah pada Merapi, anakku, sebab gunung ini tak bersalah. Gunung Merapi tak pernah marah. Gunung ini bergerak, terus bergerak sembari bertasbih untuk memenuhi takdirnya menjaga keseimbangan bumi. Gunung adalah pasak yang mengutuhkan bumi kita. Tetaplah menyayangi gunung kita, Merapi kita.. dengan tidak mencederai hutannya, bebatuannya, airnya. Tetaplah tersenyum pada Merapi kita agar Merapi juga tersenyum untuk kita. Merapi akan selalu menyimpan anugerah Tuhan untuk orang-orang yang hidup bersamanya. Teruslah berusaha untuk memahami gunung kita, sebab kitalah yang harus menyesuaikan diri untuk hidup bersamanya. Jangan pernah memaksa gunung untuk menyesuaikan dirinya pada kita.. Anakku.. kamu putra ibu.. dan akan selalu menjadi putra ibu. Usai membaca kalimat terakhir yang ditulis ibunya, anak muda itu tak dapat lagi menahan gejolak hatinya. Sekujur tubuhnya bergetar, dadanya gemuruh, lalu tangisnya meledak dengan tubuh luruh bersimpuh. Air matanya meleleh bercampur debu. Subhanallah.. iya ibu, saya putra ibu.. selamanya tetap menjadi putra ibu. Ibu adalah mata airku.. selamanya menjadi mata air untuk putramu ibu
redaksiMama Aku Sangat Mencintaimu2012-05-07Curahan Hati
Kisah yang Sangat Memilukan

@lgi , Bandung

Kau yang membukanya, kau pula yang menutupnya
semoga tak pernah ada sebuah kejadian
dimana sebuah barang sederhana ditukar dengan nyawa

Anak perempuan kecil yang malang
memberitahukan ibunya,"Mama, aku baru saja
melukis memakai lipstik mama". Ibunya yang mendengar hal itu lalu melihat lipstik
mahal yang baru saja dibelinya telah tinggal setengah
dan wajah dan tangan dan baju anak perempuan telah
belepotan dengan lipstik tersebut.

Dengan sangat
marah, ibu itu mengamuk dan memukuli anak perempuan kecil yang malang tersebut tanpa menghiraukan tangisan dan jeritan dari mulut kecilnya. Kemudian setelah berhasil melampiaskan emosinya, ibu ini baru sadar kalau anak perempuannya sudah tidak bergerak dan tak bernyawa lagi.

Ia pun menguncangkan tubuh anaknya sambil menangis dan memohon agar anak perempuannya membuka matanya. Tapi terlambat, jantung anak perempuan itu telah berhenti berdetak.

Dan saat sang ibu melihat ke seprei tempat tidur anaknya, disitu tertulis sebuah tulisan dengan tinta lipstik merah yang tertulis:

MAMA, AKU SANGAT MENCINTAIMU.
<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 ... 33 Next >>

Loading

 



Juni 2011 © LSM Pendidikan Silo (NGO) & LSM Pemberdayaan Teknologi dan Perkotaan (NGO)
Penanggung Jawab :