Membangun Sulut Dengan Iman, Budaya dan IpTek

Silahkan di tulis mohon jangan ada unsur SARA


Nama:


Judul/Pengirim:


Renungan & Motivasi Hidup:




NamaJudul/Pengirim TanggalRenungan dan Motivasi Hidup
Adminby: Romo Frans de Sales SCJ2011-07-20http://www.sesawi.net/2011/07/20/melepas-egoisme-demi-hidup-yang-lebih-baik/

Orang yang ingin maju dalam hidupnya mesti menerima kehadiran sesamanya.”

Tak bisa hidup sendiri

Sahabat, KDRT yang terjadi dalam kehidupan bersama itu merupakan salah satu bentuk perendahan terhadap martabat manusia. Kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga itu suatu bentuk tumbuh kuatnya egosime.

Orang yang melakukan kekerasan itu hanya mementingkan diri sendiri. Kuasa egoisme itu bisa dihilangkan, kalau orang menyadari kehadiran sesama bukan hanya sebagai pelengkap. Namun kehadiran sesama itu sebagai suatu keharusan. Mengapa?

Karena manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia membutuhkan sesama untuk menjalani kehidupan ini. Orang yang ingin maju dalam hidupnya mesti menerima kehadiran sesamanya.

Kalau kesadaran ini senantiasa tumbuh dalam diri seseorang, ia akan mudah untuk menghargai kehadiran sesamanya. Karena itu, orang beriman mesti menukik ke dalam dirinya sendiri. Orang beriman mesti berani menerima kehadiran sesamanya sebagai partner dalam suka dan duka.

Dengan demikian, hidup ini menjadi suatu kegembiraan bagi semua orang. Tuhan memberkati.
Jontu M Dongalembajontu.dongalemba@gmail.com2011-07-20
Jontu M. Dongalemba July 20 at 6:41pm Reply • Report
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkanNya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. (Matius : 12 : 20)

Buluh yang terkulai dan sumbu yang pudar nyalanya adalah gambaran sesuatu atau seseorang yang keadaannya sekarat, hidup enggan matipun tidak, tidak ada pengharapan untuk pulih kembali apalagi menjadi lebih baik lagi.

Secara manusia keadaan yang demikian tidak menguntungkan sama sekali bahkan menjadi beban, sehingga kita ingin cepat memutuskan buluh yang terkulai itu supaya tidak menjadi rintangan bagi jalan orang lain, kita ingin memadamkan sumbu yang pudar nyalanya supaya asapnya tidak memerihkan mata orang lain.

Tetapi “KESABARAN” dan “KESETIAAN” Tuhan membuat sesuatu atau seseorang yang tidak ada pengharapan sekalipun bisa pulih kembali, buluh yang patah terkulai akan ditegakkan kembali, sumbuh yang pudar nyalanya akan menyala kembali, mengapa ? sebab Ia sendiri tidak menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai (Yesaya : 42 : 3-4).

Oleh sebab itu jangan dipengaruhi dengan apa yang kita hadapi (buluh yang patah terkulai dan sumbuh yang pudar nyalanya) supaya tidak menjadi apatis dan tidak berpengharapan, tetapi dipengaruhi oleh DIA yang tidak menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sehingga dengan penuh keyakinan satu saat keadaan menjadi pulih kembali bahkan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.
Adminadmin@sulutiptek.com21:38 19 Jul 2011Suatu kebahagian tersendiri bagi kita jika kita mampu membuat orang lain tersenyum terlebih pada saat mereka mengalami kesulitan. Dalam keadaan apapun hidup kita selalu bersyukur walaupun dalam keadaan menderita. Memberi diri untuk pelayanan tidak harus menjadi seorang pengkhotba tapi lewat perilaku hidup kita dilingkungan sekitar kita yang menunjukkan ciri hidup sebagai seorang beriman sesuai dengan iman kepercayaannya akan jauh lebih bermanfaat dalam mengembangkan kualitas iman kita.
<< Prev 1 ... 30 31 32 33

Loading

 



Juni 2011 © LSM Pendidikan Silo (NGO) & LSM Pemberdayaan Teknologi dan Perkotaan (NGO)
Penanggung Jawab :