Membangun Sulut Dengan Iman, Budaya dan IpTek

Silahkan di tulis mohon jangan ada unsur SARA


Nama:


Judul/Pengirim:


Renungan & Motivasi Hidup:




NamaJudul/Pengirim TanggalRenungan dan Motivasi Hidup
RedaksiSuami Istri2012-05-22Bert Toar Polii
Kiriman teman :Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Setiap pasang mata yang
memandang setuju bahwa mereka sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel
tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan"."Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang
... kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut ԃǎŋ membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia....."

Suaminya setuju dan malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya.

Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman..Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir...

"Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanyanya.

"Oh tidak, lanjutkan."jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan
semua yang terdaftar dan berkata dengan bahagia "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau baik, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku.... "

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia menunduk dan menangis.... .

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati.

Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan
menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita.
Met beraktivitas smuaaaa ,,,,,,:)
redaksiBERJALAN BERSAMA TUHAN (Pengalaman rohani yang mengasyikkan)2012-05-18BERJALAN BERSAMA TUHAN
(Pengalaman rohani yang mengasyikkan)

Saat aku berjalan bersama Tuhan. Banyak keajaiban-keajaiban yang tidak aku mengerti. Hatiku merasa nyaman, tentram dan damai. Banyak pemandangan indah yang bisa aku nikmati.
Namun berjalan bersama-Nya membuat aku tidak mengerti akan diriku. Ketika ku tersadar, aku mulai bertanya: “Tuhan, mengapa jalan yang aku lalui ini penuh dengan lubang dan berliku ? Mengapa tidak jalan lurus seperti jalan tol ?”
Lalu dengan lembut Tuhan menjawab: “Anak-Ku.. mungkin jalan yang kau lalui tidak seperti keinginanmu. Berliku, dan penuh dengan lubang. Namun Tidak jarang pula aku melihat kau terjatuh dan terluka.

Sepertinya tidak berujung. Namun kau tahu anak-Ku.. Aku membuatmu berjalan di jalan itu bukan karena aku tidak cinta padamu. Tapi aku ingin kau tahu bahwa dalam setiap tikungan dan lubang, Aku selalu ada di sisimu. Apakah kau pernah berpikir, bila kau berjalan di jalan yang lurus dan tidak ada hambatan apa yang akan terjadi.

Mungkin engkau akan merasa tenang dan nyaman. Namun itu akan membuatmu lengah dan kau mungkin akan tertidur. Dan itu akan membahayakan jiwamu nak, Aku mengambil jalan berliku dan berlubang supaya kau tetap waspada terhadap rintangan.
Walaupun kau terjatuh, terluka, menangis.. tapi Aku tetap melihat kau bangkit lagi dan tetap berjalan. Bahkan Aku melihat kau lebih waspada lagi dan lebih tahu bagaimana menghindari lubang dan tikungan-tikungan itu. Tenang anak-Ku. Aku bukannya tidak peduli. Apakah kau tahu siapa yang membuatmu tetap berdiri ? Aku selalu mendukungmu disetiap tikungan dan Aku selalu menutup lubang itu dengan tangan-Ku.

Lagipula sekarang Aku melihatmu mulai menikmati perjalananmu di jalan itu. Aku mulai melihatmu tersenyum setiap kali kau berhasil bangkit dan mampu melewati tikungan itu. Dan Akupun ikut tersenyum bersamamu. Setiap melihatmu mampu melewati satu tikungan, Aku menangis bangga karenamu. Jadi jangan pernah takut akan jalan yang berliku dan berlubang lagi. Karena itu akan membuatmu menjadi terlatih dan terbentuk menjadi anak yang hebat dan dewasa dalam pergulatan hidupmu.
Oket sahabatKu, jangan kuatir Aku selalu ada bersamamu nak.. karena Aku sangat mencintaimu, dengan segenap hati-Ku. Maka BERJALANLAH SELALU DENGANKU. Tuhan beserta kita. Amin.

Sumber : http://sesawi.net
redaksiKEHENINGAN ( Saat indah menemukan Tuhan ) 2012-05-18KEHENINGAN ( Saat indah menemukan Tuhan )

Ada seorang tukang kayu. Ketika sedang bekerja, tak disengaja arlojinya terjatuh di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dari orang yang dicintainya dan telah dipakainya cukup lama.

Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh atas keteledorannya si tukang kayu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.

Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia duduk dan kemudian hening sejenak lalu mencari arloji itu. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan arloji si tukang kayu. Tentu si tukang kayu amat gembira. Namun ia heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu. "Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini, nak ?", tanya si tukang kayu. "Saya hanya duduk dan hening sejenak di antara tumpukan serbuk kayu. Ternyata dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak dari sebuah arloji.

Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada", jawab anak itu. Saudara-saudariku terkasih : •Dalam doa dibutuhkan keheningan agar dapat mendengarkan Tuhan menyapa kita dari hati ke hati. •Keheningan adalah saat yang paling sulit dilakukan di antara kesibukan. Sering secara tidak sadar kita malah terjerat dalam seribu satu macam “kesibukan dan kegaduhan duniawi”. •Ada baiknya kita menenangkan diri terlebih dahulu, masuk dalam keheningan-Nya, sebelum mulai melangkah untuk menghadapi setiap permasalahan. •CARILAH KEHENINGAN, MAKA ANDA AKAN MENEMUKAN TUHAN. Tuhan memberkati. Amin. "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin." (Pengkhotbah 4:6)

sumber : http://sesawi.net
redaksiKegagalan Keluarga Daud 3Bagikan2012-05-14Kegagalan Keluarga Daud
3Bagikan

"...I have sinned against the Lord...you shall not die" II Samuel 12:13.

Daud adalah seorang yang hatinya berkenan kepada Tuhan. Ini bukan berarti Daud seorang yang sempurna, tanpa suatu kegagalan. Tetapi ini berarti Daud adalah orang yang hatinya condong kepada Tuhan dan tunduk pada firmanNya.
Ketika Natan diutus Tuhan untuk menegur Daud,maka Daud berkata, "Aku telah berdosa kepada Tuhan". Karena Daud tunduk pada firmanNya dan mengaku bersalah, maka Tuhan mengampuninya dan ia tidak akan mati. Namun karena perbuatannya, Daud dan keluarganya harus menerima disiplin Tuhan, sebab apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Apakah yang telah dilakukan Daud ? Kegagalan apa yang menyebabkan keluarganya menerima disiplin Tuhan ? Dari II Samuel 12:7-9, kita dapat lihat bahwa kepada Daud telah diserahkan ini dan itu, agar dijaga dan dipelihara. Kepada Daud, telah diberikan Tuhan, keluarganya, Umat Israel dan Yehuda, pengurapan untuk menjadi raja, rumah tangga tuannya ( Saul ), kebebasan dari tangan Saul yang hendak membunuhnya. Semua ini diserahkan Tuhan kepada Daud agar dijaga dan dipelihara. Dan Tuhan juga berkata bahwa jika pemberianNya ini terlalu kecil, maka Ia akan memberikannya lebih lagi. Tetapi Daud telah mengambil sesuatu bagi dirinya, yaitu istri Uria, dengan cara yang tidak berkenan dihadapanNya. Dihadapan Tuhan, perbuatan ini merupakan tindakan yang meremehkan perintah Tuhan, karena melakukan yang jahat dimataNya ( ayat 9 ).

Perbuatan Daud ini juga berarti bahwa ia kurang puas dengan apa yang telah diberikan Tuhan, kurang bersyukur, dan juga berarti kurang menjaga dan memelihara apa yang telah diserahkan Tuhan. Penambahan istri Uria, yang Daud lakukan dengan cara yang salah, kedalam genggamannya, ternyata mendatangkan masalah terhadap apa yang sudah menjadi milik Daud. Tuhan mendatangkan 4 perkara yang harus ditanggung Daud dan keluarganya ( miliknya ).

Pertama, pedang tidak akan menyingkir dari keluarganya, Kedua, akan ada permusuhan terhadap Daud yang datang dari keluarganya sendiri. Ketiga, Tuhan akan mengambil isrti-istri Daud untuk ditiduri, dihadapan banyak orang. Keempat, anak yang diberikan istri Uria kepadanya, akan mati. Tepat seperti yang Daud katakan sendiri sebagai respon atas cerita Natan ( II Samuel 12:1-6 ),bahwa orang yang merampas harta milik orang lain, harus menggantinya 4 kali lipat, maka demikianlah yang dilakukan Tuhan kepadanya.

Kita tahu cerita selanjutnya mengenai Absalom, Amnon, dan Tamar, yang mana semuanya ini merupakan cara Tuhan mengenapi keempat perkara yang telah diucapkanNya.

Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kegagalan Daud ini ? Yang perlu diperhatikan disini adalah, kepada seorang bapa, dipercayakan Tuhan keluarganyaserta ini dan itu pemberian Tuhan. Semua ini harus dijaga dan dipelihara oleh seorang bapa ( tentu dengan penolong seorang ibu ). Apabila seorang bapa kurang puas dan tidak bersyukur, serta tidak menjaga apa yang telah Tuhan percayakan, dan bahkan menambahkan sesuatu kepada miliknya dengan cara yang salah, maka tindakannya ini akan mendatangkan disiplin Tuhan atas keluarganya. Semoga para bapa memelihara dan merawat pemberian Tuhan dan tidak meremehkan perintah Tuhan, serta belajar menguasai diri untuk tidak menambah sesuatu dengan cara yang salah kedalam miliknya.

Sumber: Gema Sion Ministry
redaksiKekuatan Seorang Wanita, Pribadi yang Allah Inginkan 4Bagikan Oleh: Kenia Oktavianie2012-05-14Kekuatan Seorang Wanita, Pribadi yang Allah Inginkan
4Bagikan

Oleh: Kenia Oktavianie

"Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan." (Amsal 31:25)

Pagi itu di kelas "Teaching Children with Diverse Ability" ada sesuatu yang berbeda, sedikit mengusik hati saya, dan membuat saya tersentuh. Ya, seorang dosen tamu, Ms. Suzane membawakan kuliah pagi itu. Ia bukan seorang wanita biasa, ia wanita luar biasa. Bagi seorang pengidap "celebral palsy" atau "lumpuh otak" (suatu kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan, kemampuan berpikir) adalah suatu hal terlihat begitu sulit untuk menjadi seorang dosen, bahkan untuk sekedar menempuh pendidikan seperti layaknya orang pada umumnya.

Tapi wanita ini membuktikan kekuatannya, Ia bukan sekedar berusaha untuk bertahan hidup, melainkan ia dengan penuh tanggung jawab mengembangkan potensi yang Tuhan berikan atas hidupnya. Tuhan sama sekali tidak melepaskan ia dari keterbatasannya, Ia masih sulit untuk bicara, duduk di atas kursi roda, sulit untuk menggerakan tangan, tetapi ia memilih untuk dengan kuat menjalani hidup dan memenuhi panggilan Tuhan dalam hidupnya.

Saya berpikir, mungkin jika saya berada dalam posisi beliau, saya tidak akan memilih untuk menjadi dosen. Betapa sulitnya bicara di depan banyak orang dengan keterbatasan yang saya punya. Betapa sulitnya untuk mengatur kelas, atau menilai tugas mahasiswa. Mungkin akan jauh lebih mudah, jika saya sekedar duduk manis di tempat tidur, lalu menunggu dilayani. Tidak akan ada yang menyalahkan saya, toh saya memang memiliki keterbatasan. Tetapi wanita ini berbeda, Ia melakukan segalanya. Menulis tegak bersambung, belajar di sekolah biasa, menjadi dosen, bahkan meneruskan pendidikannya ke tingkat master. Betapa saya melihat kegigihannya, kerja keras, dedikasi, dan cintanya pada Tuhan.

Satu kalimat yang saya ingat, berbunyi; "If people say you can't, God says You can!" Mungkin kalimat inilah yang memberikan kekuatan luar biasa bagi beliau untuk terus berjuang dan memenuhi panggilan Tuhan dalam hidupnya. Allah memampukan dan memberikan kekuatan, sekalipun bukan kita lepas dari kerja keras dan air mata. Kegigihan dan kerja kerasnya membuahkan hasil. Setiap orang dapat melihat bahwa ia sedang dalam proses menjadi wanita yang Allah inginkan. Ia sedang dalam proses memenuhi panggilan Allah dalam hidupnya, dan belajar untuk menjalani hari setapak demi setapak di jalan Allah.

Dari beliau saya belajar, bahwa seorang wanita harus memiliki kekuatan seperti itu. Kekuatan yang bersinar dan menyilaukan setiap orang yang melihatnya, sehingga mereka yang melihat mereka boleh melihat kemuliaan Tuhan melalui wanita. Mereka harus cukup lembut untuk dihancurkan, tapi cukup kuat untuk bangkit kembali dan memperbaiki kesalahan. Mereka harus sekuat baja yang tahan api dalam menghadapi tekanan, namun cukup lembut seperti tanah liat untuk dibentuk. Mereka harus cukup murni seperti emas, dan cukup tulus seperti merpati. Mereka harus berjalan dalam jalan Allah, dan merelakan dirinya untuk dibentuk menjadi wanita seperti yang Allah inginkan. Mereka harus cukup taat untuk menggenapi tujuan mereka diciptakan, menggenapi panggilan Allah.

Maka saya berdoa dengan sungguh, supaya dapat melihat wanita-wanita di sekitar saya bertumbuh menjadi wanita seperti yang Allah inginkan. Tidak akan mudah, pasti akan begitu sulit. Tapi bukankah dari kesulitan dan tekanan yang kita hadapi seharusnya membuat kita bertumbuh semakin sejalan dengan rencana Allah? Dibutuhkan kegigihan, perjuangan dan ketekunan yang terus menerus, serta hati yang percaya dan berharap pada Tuhan.

Dan saya berdoa agar setiap pria di sekitar saya dapat membantu kami untuk bertumbuh menjadi lebih lagi serupa dengan Kristus. Menjadi saudara dalam Kristus yang menopang, menguatkan, menjaga, dan menegur kami. Hingga pada akhirnya setiap kami bertumbuh dalam kepenuhan Kristus. Segala kemuliaan, hormat, dan pujian hanya bagi Allah kami yang hidup.

Ditulis bagi setiap mereka yang mengerti panggilan tertinggi seorang wanita, untuk memuliakan Allah.

Kenia Oktavianie
21 Maret 2012
http://artikel.sabda.org
<< Prev 1 2 3 4 5 ... 33 Next >>

Loading

 



Juni 2011 © LSM Pendidikan Silo (NGO) & LSM Pemberdayaan Teknologi dan Perkotaan (NGO)
Penanggung Jawab :