Membangun Sulut Dengan Iman, Budaya dan IpTek
Upaya Mitigasi Resiko Gempa dan Tsunami di Sulut
 
 
 
Oleh, Dr. Fabian J. Manoppo

Sulawesi Utara dikelilingi oleh 7 Lempengan 2 Patahan dan Busur Gunung Berapi, lihat peta gempa 2010 di atas,

7 Lempengan:
- Eurasia Plate (Lempengan Eurasia),
- Philipine Plate (Lempengan Philipina),
- Pacific Plate (Lempengan Pacific)
- Australia Plate (Lempengan Australia),
- Sangihe Plate (Lempengan Sangihe),
- Moluca Sea Plate (Lempengan Laut Maluku)
- Halmahera Plate (Lempengan Halmahera).

2 Patahan yang berpengaruh diSULUT:
- Patahan Palu Koro
- Patahan Gorontalo
- Patahan Sorong
 
3 Patahan Lokal :
- Patahan Manado
- Patahan Amurang
- Patahan Bolmong
 

Dengan kondisi seperti diatas maka SULUT sangat berpotensi terjadi Gempa dan Tsunami. Untuk itulah mari kita memberi pendidikan kepada masyarakat SULUT untuk supaya lebih memahami tentang bencana sehingga resiko-resiko yg ditimbulkan oleh bencana alam dapat di Mitigasi seminimal mungkin agar resiko korban jiwa dan harta dapat diminimalkan. Lewat tulisan ini kita bisa saling tukar pengalaman untuk lebih memahami dan ikut memasyarakatkan resiko-resiko dan cara-cara mengenal fenemona terjadinya Bencana Alam di SULUT

Dua cara mitigasi Gempa :
 
I. Usaha mitigasi gempa dan tsunami secara teknik
 

1. Perlunya penerapan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) dan IPB(Ijin Penggunaan
Bangunan) secara ketat untuk bangunan diatas dua tingkat baik bangunan pribadi
maupun bangunan publik. IMB diberikan oleh instansi pemerintah terkait
sedangkan IPB diberikan oleh Tim Independen yang ahli dibidang konstruksi dan gempa yang dapat diambil dari Fakultas Teknik, Kimpraswil, Pertambangan, Lingkungan Hidup dengan tugas mengadakan pengujian hasil perhitungan yang telah direncanakan oleh pihak pengemban agar benar-benar aman terhadap gempa. Hal ini perlu didukung oleh PERDA.

2.Pemerintah wajib mengeluarkan atau menerapkan standard-standard seperti bagaimana penggunaan ukuran dan kekuatan besi, persyaratan disain pondasi, perhitungan gempa, teknik penggunaan besi, kayu dll
 
3.Beban Gempa adalah beban Dinamis sedangkan analisa bebannya dapatmenggunanakan cara statis seperti menggunakan rumus-rumus statis sertakoefisien-koefisien gempa yang mengacu pada peraturan standart pembebanan gempadi Indonesia,sedangkan cara dinamis dapat menggunakan analisa numerik denganbantuan program seperti yg terdapat pada web belajar ilmu gempahttp://www.iris.edu/hq/ yang menggunakan data langsung dari alat seismograf dll

3. Perlunya pemasangan alat berbasis teknologi informasi seperti Global Earlier Warning System untuk pencegahan bahaya tsunami

4. Perlunya pengadaan Laboratorium Gempa dan tsunami di Fakultas Tenik yang berisi perlatan seperti Shacker Table, Seismograf, simulasi tsunami untuk melakukan penelitian lebih lanjut masalah gempa dan tsunami serta data riwayat gempa dan tanah yg cukup lengkap. Juga akan memberikan tenaga-tenaga serta konsep-konsep penelitian dan pengembangan upaya mitigasi gempa dan tsunami.

5. Perlunya pemberian matapelajaran mengenai pengenalan dan penanggulangan
gempa disekolah sekolah seperti
http://www.youtube.com/watch?v=ItcPIAn5ESc&feature=related , sementara untuk
matakuliah di jurusan yang terkait dengan bangunan teknik sipil dalam
analisanya perlu menghitung pengaruh gempa.

6. Optimalisasi peran badan penanggulangan bencana dan organisasi terkait agar dapat bekerja lebih optimal lagi dalam bentuk penguatan ketrampilan petugas, penguasaan managemen bencana, perlatan penyelamatan, dll.
7. Perlu penataan tata ruang selain mengontrol keindahan dan penataan bangunan
juga untuk mengatur lokasi-lokasi seperti bangunan ataupun areal yang dapat
dijadikan sebagai tempat penyelamatan pada saat terjadi gempa ataupun tsunami
 
8.Perlu adanya satu komando dan satu informasi yang baik dari pemerintah agar masyarakat tidak bingung dan panik saat menerima informasi yang bertanggung jawab. Managemen distribusi informasi juga harus dilakukan dengan baik dan terstruktur agar masyarakat dapat melakukan antisipasi.
 
9. Perlu pemasangan corong-corong alarm baik disekolah-sekolah dan kelurahan agar pada saat bencana baik gempa atau tsunami serta bencana lainnya ini akan berbunyi secara otomatis.
 
10. Perlunya peta evakuasi berisi lokasi-lokasi  dan jalan penyelamatan yang diberikan kepada masyarakat agar mereka tahu dengan jelas kemana lokasi terdekat mereka untuk menyelamatkan diri disaat terjadi gempa dan tsunami.

 

II. Usaha mitigasi secara non teknik :


Usaha mitigasi secara non teknik yaitu dengan menggunakan rumus sbb :

Resiko Gempa = Bencana Gempa/Ketahanan Masyarakat

Jadi dari formula diatas dapat dilihat jelas bahwa untuk memitigasi Resiko Gempa maka upaya upaya yang diperlukan adalah Memberdayakan Ketahanan Masyarakat yaitu dengan Mengetahui Tentang Asal Mula Terjadinya Gempa, Memahami Peringatan Dini, Sadar Akan Resiko, Serta Paham Bagaimana Menghadapi Musibah Gempa. upaya upaya untuk membangun Ketahanan Masyarakat dapat diikuti sebagai berikut :

1. Memahami tentang terjadinya gempa :

Masyarakat harus mengetahui tentang bagaimana terjadinya gempa
Secara umum Gempa bumi terdiri dari :
- Gempa Vulkanik (terjadi akibat proses pada gunung berapi seperti letusan
gunung berapi),
- Gempa Tektonik (Terjadi akibat proses pergeseran lempengan atau patahan dalam
perut bumi)

- Gempa akibat adanya jatuhan Benda Angkasa seperti Meteor
- Gempa diakibatkan oleh percobaan Nuklir.
Adapun Tsunami dapat diartikan sebagai :
Gelombang yang mempunyai daya rusak cukup tinggi dan disebabkan oleh Gempa baik
gempa vulkanik, gempa tektonik, jatuhan meteor ataupun percobaan nuklir yang
terjadi dilaut.

2. Cara cara memahami peringatan dini dapat dilihat sebagai berikut :

- Masyarakat Sulawesi Utara harus menyadari bahwa daerah yang kita huni ini
adalah daerah rawan gempa.
- Gejala terjadinya tsunami biasanya terjadi setelah gempa antara 3 – 60 menit
bagi masyarakat yang berada disekitar pantai dapat melihat apabila air laut
surut secara tiba-tiba maka segera mencari tempat ketinggian yang kuat seperti
bangunan bertingkat, bukit, pohon diatas 5 m.
- Apabila Gempa anak-anak sekolah dilatih secara otomatis masuk dibawah
meja belajar masing-masing dengan posisi jongkok. Kalau berada diluar
ruangan mencari lapangan yang terbuka jauh dari bangunan-bangunan apalagi
bangunan bertingkat.
- Apabila Gempa masyarakat yang berada digedung bertingkat segera mencari
tempat berlindung seperti masuk dibawah meja untuk berlindung dari jatuhnya
benda-benda yang berbahaya bagi manusia tidak perlu berlarian keluar gedung
karena kalau Gempa yang berkekuatan cukup tinggi diatas 7 M maka dapat
terjadi keruntuhan bangunan maka tindakan berlari keluar percuma saja.
- Perhatikan pula tanda-tanda alam seperti perilaku Hewan biasanya hewan
berperilaku aneh apabila ada kejadian alam yang berbahaya, kalau bencana
gunung berapi yang mengeluarkan asap beracun dapat memanfaatkan hewan
untuk berlari menghindar.
- Manfaatkan corong-corong yang ada baik di Gereja, Mesjid untuk
menginformasikan secepat mungkin apabila terjadi gempa atau gejala tsunami
- Barang-barang yang paling penting untuk tindakan penyelamatan yang perlu disediakan adalah makanan dan minuman instant serta lampu senter.
WEBSITE yg bisa menambah pengetahuan tentang GEMPA BUMI


1. Bagaimana anak2 menyelamatkan diri pada saat gempa:

http://www.youtube.com/watch?v=ItcPIAn5ESc&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=bAHNhtRT50A&feature=related

2.Belajar ilmu Gempa

http://www.iris.edu/hq/

3.Peta Zonasi Gempa yg baru 2010

http://rovicky.files.wordpress.com/2010/07/peta10_50.jpg

4.Software gempa USGS

http://earthquake.usgs.gov/hazards/designmaps/

5.Lomba Anak SMU mendesain gedung tahan gempa

http://www.youtube.com/watch?v=u0QQHv4Pcgw&feature=related

Loading

 



Juni 2011 © LSM Pendidikan Silo (NGO) & LSM Pemberdayaan Teknologi dan Perkotaan (NGO)
Penanggung Jawab :